Geotextile dan Geosintetik Pusat Informasi dan Penjualan
Isparmo
This user hasn't shared any biographical information
Homepage: http://www.isparmo.web.id
Yahoo Messenger: isparmo@ymail.com
Posts by Isparmo
Geogrid vs Geotextile : Apakah Tensile Strength Merupakan Hal Utama
Mar 10th
Apakah Tensile Strength Merupakah Hal Utama dalam Stabilisasi Tanah Lunak ?
Artikel ini ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan, mengapa dalam spesifikasi Tensar TRIAX Geogrid tidak dicantumkan Tensile Strength ?
Mari perhatikan spesifikasi TRIAX TX-160 berikut :
Dalam spesifikasi tersebut tidak dicantumkan Tensile Strength ? Mengapa ? Jawaban singkatnya adalah karena seringkali Tensile Strength menjadi satu-satunya referensi untuk mendesain stabilisasi tanah dasar lunak pada struktur perkerasan. Padahal tidak demikian.
Uraian mengenai jawaban ini dijelaskan sebagai berikut :
1. Jika memang benar Tensile Strength menjadi hal yang utama dalam desain stabilisasi tanah dasar lunak maka penggunaan Geotextile Woven menjadi satu-satunya pilihan terbaik karena memiliki Tensile Strength yang cukup tinggi dan harganya lebih murah dibandingkan Geogrid Biaxial maupun TRIAX. Sebagai contoh Geotextile Woven 250 gr/m2 buatan lokal mempunyai Tensile Strength lebih dari 50 kN/m. Sedangkan Geogrid Biaxial (seperti Tensar SS30, dulu mempunyai spesifikasi yang masih menyebutkan Tensile Strength) hanya mempunyai Tensile Strength sebesar 30 kN/m2). Tetapi performa Geotextile Woven 250 gr/m2 dan Tensar SS30 ini sangatlah berbeda, perhatikan gambar berikut :
Gambar 1 Gambar 2
Stabilisasi Menggunakan Geotextile Stabilisasi Menggunakan Tensar Biaxial Geogrid
Gambar 1 dan 2, merupakan proses penggelaran 2 bahan Geosintetik yang berbeda pada daerah tanah dasar lunak (rawa).
Pada gambar 1 Stabilisasi Menggunaan Geotextile, terlihat bahwa dalam proses penggelaran saja sudah mengalami kesulitan karena Geotextile tersebut tidak dapat menopang berat badan orang yang menggelarnya. Sedangkan pada gambar 2, Stabilisasi menggunakan Tensar Biaxial Geogrid, proses penggelaran menjadi demikian mudahnya. Mengapa bisa terjadi demikian ? Padahal Tensile Strength Geotexile lebih besar daripada Tensar Geogrid Biaxial. Sebab faktor kekakuan (Stiffness) bahan lebih utama dibandingkan Tensile Strength. Cara kerja kedua bahan juga berbeda, Geotextile menggunakan mekanisme Membrane Effect (yang hanya mengandalkan Tensile Strength), sedangkan Tensar Geogrid (Biaxial maupun TRIAX) menggunakan mekanisme Interlocking (Confinement Effect).
Gambar 3 Mekanisme Cara Kerja Geotextile dan Geogrid
Metode Pemasangan Geogrid TRIAX dan Biaxial
Mar 1st
Metode/prosedur Pemasangan Geogrid TRIAX dan Biaxial
1. Pertama, persiapan tanah dasar berupa pembersihan (site clearing) dan pemadatan
Gambar 1. Site Clearing
2. Kedua, penggelaran atau penghamparan material Geogrid, dengan ketentuan overlapping sebagai berikut :
|
Konsistensi Tanah |
Nilai CBR |
Panjang Overlap |
|
Kaku / Firm |
> 2 |
1 ft = 30.48 cm |
|
Lunak / Soft Ground |
1 – 2 |
2 ft = 60.96 cm |
|
Sangat Lunak |
< 1 |
3 ft = 91.44 cm |
Karena beratnya yang ringan dan ukurannya yang tidak terlalu besar, penghamparan material Geogrid dapat dilaksanakan dengan tenaga manusia.
Gambar 2. Penghamparan Geogrid
3. Ketiga, dilakukan penarikan atau penegangan Geogrid, kemudian dilakukan pemasakan atau penjangkaran menggunakan besi tulangan dan pemasak. ini dimaksudkan agar Geogrid tidak melengkung saat ditimbun.
Gambar 3. Penjangkaran Geogrid
4. Keempat, penghamparan / penimbunan agregat di atas Geogrid. Penghamparan agregat dilaksanakan dengan cara dituangkan dan diratakan searah dengan arah penghamparan geogrid dan arah overlapping nya.
Catatan :
Ketebalan minimum agregat di atas Geogrid TRIAX adalah 15cm setelah dipadatkan.
Gambar 4. Penimbunan Agregat
5. Kelima, setelah agregat dihampar dan diratakan selajutnya dilakukan pemadatan sampai mencapai nilai kepadatan yang ditetapkan.
Gambar 5. Pemadatan
Geogrid, Definisi dan Fungsi
Jan 20th
Definisi
Geogrid adalah salah satu jenis material Geosintetik (Geosynthetic) yang mempunyai bukaan yang cukup besar, dan kekakuan badan yang lebih baik dibanding Geotextile.

Material dasar Geogrid bisa berupa : Polyphropylene, Polyethilene dan Polyesther atau material polymer yang lain.
Berdasarkan bentuk bukaannya (Aperture), maka Geogrid bisa dibagi menjadi :
1. Geogrid Uniaxial
Adalah Geogrid yang mempunyai bentuk bukaan tunggal dalam satu segmen (ruas)

2. Geogrid Biaxial
Adalah Geogrid yang mempunyai bukaan berbentuk persegi

3. Geogrid Triax
Adalah Geogrid yang mempunyai bukaan berbentuk segitiga

Fungsi Geogrid
Secara umum Geogrid adalah bahan Geosintetik yang berfungsi sebagai Perkuatan (reinforcement) dan Stabilisasi (stabilization), dengan penjelasan detailnya sebagai berikut :
1. Geogrid Uniaxial
Berfungsi sebagai material perkuatan pada sistem konstruksi dinding penahan tanah (Retaining Wall) dan perkuatan lereng (Slope reinforcement)

2. Geogrid Biaxial
Berfungsi sebagai stabilisasi tanah dasar. Seperti pada tanah dasar lunak (soft clay maupun tanah gambut). Metode kerjanya adalah interlocking, artinya mengunci agregat yang ada di atas Geogrid sehingga lapisan agregat tersebut lebih kaku, dan mudah dilakukan pemadatan.

3. Geogrid Triax
Fungsinya sama dengan Biaxial sebagai material stabilisasi tanah dasar lunak, hanya saja performance nya lebih baik. Hal ini disebabkan bentuk bukaan segitiga lebih kaku sehingga penyebaran beban menjadi lebih merata.

Metode Pemasangan Geotextile
Mar 10th
Metode (Cara) Pemasangan Geotextile (Geotekstil) pada proyek jalan :
-
Harus digelar di atas tanah dalam keadaan terhampar tanpa gelombang atau kerutan.
- Aturan untuk overlapping dan penyambungan Geotextile adalah :

-
Jangan membuat overlapping atau jahitan pada daerah yang searah dengan beban roda (beban lalu lintas).
-
Jika Geotextile dipasang untuk terkena langsung sinar matahari maka gunakanlah yang berwarna hitam.
Geotextile Woven, Definisi dan Fungsi
Mar 9th
Definisi
Geotextile (Geotekstil) Woven adalah jenis Geotextile yang teranyam. Bahan dasar pembuatannya biasanya Polypropilene (PP). Untuk mempermudah visualisasi, Geotextile Woven ini mirip dengan karung beras (bukan yang dari bahan goni) tetapi berwarna hitam.
Fungsi
Fungsi Geotextile Woven adalah sebagai bahan stabilisasi tanah dasar (terutama tanah dasar lunak), karena Geotextile jenis ini mempunyai tensile strength (kuat tarik) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Geotextile Non Woven (sekitar 2 kali lipat untuk gramasi atau berat per m2 yang sama).
Cara kerja Geotextile Woven adalah membrane effect, yang hanya mengandalkan tensil strength, sehingga tidak mereduksi terjadinya penurunan setempat (differensial settlement) akibat tanah dasar yang lunak atau jelek.
Beberapa merk Geotextile Woven lokal yang biasa digunakan di proyek infrastruktur adalah : Multitex (seri M), HaTe Reinfox (seri HRX), G-Tex, GKTex.
